MATERI TEKS EKSPOSISI

Nama : Shanti Cahayani
Kelas : X MIPA 4
No. Absen : 31
Matpel : PBSI
Tanggal : 4 Oktober 2021


 
BAB II. 
MENGEMBANGKAN PENDAPAT DALAM EKSPOSISI

A. Menginterpretasi Makna dalam Teks Eksposisi

Kegiatan 1
Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalam Teks Eksposisi

Tugas Halaman 53
1. Sebelum mendengarkan pidato berjudul bahaya narkoba cermatilah pertanyaan-pertanyaan umum berikut ini.
a. Masalah apa yang dibahas dalam pidato tersebut?
b. Apa pendapat pembicara tentang bahaya narkoba?
c. Bagaimana cara pembicara memperkuat pendapatnya?
d. Argumen apa yang digunakan pembicara untuk menguatkan pendapatnya?

Jawaban
1.
a. Masalah yang dibahas dalam pidato tersebut adalah tentang narkoba.
b. Pendapat pembicara tentang bahaya narkoba yaitu narkoba telah menjadi ancaman yang sangat mengerikan bagi generasi muda yang berarti narkoba juga dapat menjadi ancaman bagi keberlangsungan bangsa Indonesia di masa depan. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda penerus bangsa yang berkualitas kita harus menyiapkan diri dengan cara membentengi diri dari penggunaan narkoba, pandai bergaul, selalu bertakwa kepada Allah SWT, dan selalu meningkatkan keimanan.
c. Cara yang dilakukan oleh pembicara untuk memperkuat pendapatnya adalah dengan cara memberikan argumen berupa fakta-fakta yang kuat dan alasan-alasan yang logis.
d. • Jumlah penyalahguna narkoba sebanyak tujuh juta orang, yang memprihatinkan sebagian besar di antaranya adalah para pelajar SMP, SMA, bahkan SD.
• Efek kerusakan akibat narkoba ini tidak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras, dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional.
• Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur-hamburkan untuk membeli barang-barang haram itu, kemudian mengobati mereka, dan membiayai berbagai upaya pencegahan bahayanya.
• Tak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional.
• Bahaya narkoba berdampak secara ekonomi dan juga pertahanan dan keamanan nasional.

2. Catatlah informasi penting yang kamu temukan selama mendengarkan pembacaan pidato tersebut!
Jawaban :
Narkoba tidak hanya berbahaya bagi diri kita sendiri, tetapi juga dapat berakibat pada orang lain yang ada disekitar kita. Selain itu, narkoba juga dapat menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional dan narkoba juga menjadi ancaman bagi generasi muda yang berkualitas. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda yang berkualitas harus melakukan upaya agar terhindar dari bahaya naroba. Adapun upaya yang dilakukan untuk menghindari narkoba antara lain : 
• Dari diri sendiri dengan selalu menjaga dan membentengi diri dari kemungkinan buruk; 
• Pandai memilih teman dalam bergaul;
• Selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada allah swt dan menjauhkan diri dari perbuatan tercela; dan
• Hendaklah kita selalu ingat bahwa apapun yang kita lakukan hari ini pada dasarnya adalah tabungan untuk masa depan kita.


        Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

"Assalamu alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua"
    Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru yang saya taati, serta teman-teman yang saya kasihi. Semoga aktivitas kita pada hari ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua.
    Sebelum menyampaikan pidato saya tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, izinkanlah saya mengajak Bapak, Ibu, serta hadirin semua untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Hanya berkat nikmat Tuhanlah kita dapat bertemu dalam kegiatan seminar hari ini. 
    Bapak, Ibu, serta Hadirin yang saya hormati, 
    Dewasa ini, narkoba telah mejadi ancaman yang sangat mengerikan bagi generasi muda yang berarti juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. 
     Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada 158.812 narapidana dan tahanan di Indonesia, yang 51.899 orang di antaranya terkait kasus narkoba. Dari jumlah itu, 759 orang di antaranya adalah produsen narkoba, 3.751 orang bandar narkoba, 16.432 orang pengedar narkoba, dan 1.621 orang penadah. Jumlah penyalah guna narkoba sebanyak 7 juta orang, dan sebagian besar di antaranya adalah para pelajar SMP, SMA, bahkan SD. Bisa jadi, data yang terungkap itu hanya fenomena gunung es, hanya fakta yang terungkap puncaknya saja, sedang fakta yang sebenarnya bisa jadi jauh lebih besar.
    Narkoba benar-benar membahayakan nasib bangsa ini di masa depan. Efek kerusakan akibat minuman keras dan narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Tak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras, dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional. Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur-hamburkan untuk membeli barang-barang haram itu, kemudian mengobat mereka, membiayai berbagai upaya pencegahan bahayanya. Belum lagi, efeknya bagi pertahanan dan keamanan nasional.
    Hadirin yang saya hormati,
    Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas. Upaya menghindarkan diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba setidaknya dapat dilakukan melalui tiga cara. Pertama, dari diri sendiri. Artinya, masing-masing kita membentengi diri dari kemungkinan menjadi pengonsumsi narkoba. Hal itu dapat kita lakukan dengan pandai-pandai memilih teman bergaul. Kedua, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah seraya memohon agar kita terhindar dari bahaya penyalahgunaan miras dan narkoba. Dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan Allah, kita akan terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela. Ketiga, hendaklah kita selalu ingat bahwa apa pun yang kita lakukan hari ini pada dasarnya adalah tabungan masa depan kita. Bila kita menabung kebaikan dan kemuliaan hari ini, maka kebaikan dan kemuliaan itulah yang akan kita petik di masa depan, termasuk di akhirat nanti. Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan hari ini, termasuk menghancurkan diri sendiri dengan mengonsumsi narkoba, pada dasarnya adalah menghancurkan masa depan kita sendiri. 
    Hadirin yang saya hormati, 
    Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah telanjur menjadi pengguna narkoba? Jangan berputus asa. Segeralah bertaubat, berhenti mengonsumsinya, ikuti rehabilitasi, putuskan segala hal yang memungkinkan kita akan terhubung kembali dengan para bandar dan pengguna narkoba. 
    Akhirnya, demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. 
Terima kasih, 
Wassalamu alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Sekarang, cobalah lanjutkan analisis isi pidato di atas dengan mengisi tabel berikut ini.
Jawaban :


Tugas Halaman 56 
Bacalah teks "Pembangunan dan Bencana Lingkungan" berikut ini kemudian kerjakan tugas-tugas dibawahnya.

      Pembangunan dan Bencana Lingkungan

    Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
    Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya.
    Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di Negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali luas kota Jakarta). Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia.  
    Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam.  
    Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian lingkungan.
    Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan.  
    Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi. 

Selanjutnya, diskusikanlah dengan teman-temanmu hal-hal berikut ini.
1. Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut?
2. Apa argumen yang disampaikan penulis untuk mendukung pendapatnya?
3. Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh pembicara?
4. Bagaimana tanggapanmu terhadap rekomendasi yang disampaikan penulis?
Jawaban :

Berdasarkan analisis di atas, kemukakan pendapatmu apakah rekomendasi yang diajukan penulis efektif untuk dilakukan? Jelaskan pendapatmu!
Jawaban:
Berdasarkan analisis saya, rekomendasi yang disampaikan oleh penulis mengenai mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut sangatlah umum dan memang harus dilakukan. Terkait masalah efektif atau tidaknya solusi tersebut juga bekerja atau tidak, itu bukan menjadi persoalan. Setidaknya sebagai manusia yang bertanggung jawab, kita telah melakukan usaha yang dapat mengatasi permasalahan lingkungan tersebut. Ada beberapa solusi yang ditawarkan adalah tindakan praktis seperti :
(a). menggalakkan kembali gerakan penanaman hutan kembali (reboisasi) agar hutan dapat berfungsi dengan baik; 
(b). Pembangunan lingkungan yang sadar lingkungan; dan 
(c). Tidak sembarangan membangun gedung di daerah resapan air.
(d). Membangun waduk untuk menampung air.


Kegiatan 2
Membedakan Fakta dan Opini

Tugas Halaman 59 
Bacalah kembali teks eksposisi berjudul "Pembangunan dan Bencana Lingkungan". Kemudian, datalah tiga kalimat fakta dan tiga kalimat opini. Kerjakan di buku tugasmu dengan menggunakan tabel berikut ini!
Jawaban :

    Untuk meningkatkan penguasaan kamu dalam menginterpretasi makna teks eksposisi, bacalah teks berikut ini.


        Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup

    Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia juga. Namun, hal yang perlu dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah cukup menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya? Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi?    
    Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam dan menanamkan budaya pelestari.  

Upaya Rekonsiliasi 
    Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya. Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu. Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan. Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari suatu perilaku dan tindakan yang patut diperbaiki dan diubah. 
    Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus dialami. 
    Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya. 

Perubahan Konsep atau Pemahaman Manusia tentang Alam 
    Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya. 
    Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dalamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan. Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia. 
    Berdasarkan kenyataan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat Bahasa Indonesia 73 menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri. 


Tugas 1 Halaman 61
1. Temukan pendapat dan argumen yang disampaikan penulis dalam eksposisi di atas dengan mengisi tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan.
Jawaban :

2. Rangkaianlah pendapat dan argumen yang kamu temukan dalam sebuah kalimat yang singkat dan jelas. 
Jawaban :
    Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu mengemuka. Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar.
    Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya yang itu hanya menjadi memori, tetapi tidak pernah sadar jika kejadian itu perilaku yang patut diperbaiki dan diubah. 
    Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia, termasuk upaya rekonsiliasi. Perubahan konsep atau pemahaman tentang alam, dan menanamkan budaya pelestari. Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari. 
    Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempengaruhi gunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban.
    Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab.
    Usaha menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup hendaknya dijadikan titik tolak untuk memulai suatu perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar.
    Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia.
    Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan artinya alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan.


Tugas 2 Halaman 62
Buatlah ringkasan teks upaya "Melestarikan Lingkungan Hidup" di atas untuk menentukan pekerjaanmu, temukan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini. Kemudian, susunlah ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut.
Jawaban : 


Tugas 3 Halaman 62
Agar dapat memahami rekomendasi yang tepat sesuai dengan permasalahan dalam eksposisi kerjakan tugas berikut!
1. Datalah rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks tersebut!
2. Temukan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitarmu. Buatlah rekomendasi untuk memecahkan permasalahan tersebut!
3. Lengkapi rekomendasimu dengan argumen yang mendukung!
Jawaban :
1. Rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks eksposisi tersebut adalah manusia sudah seharusnya dalam hidupnya dapat menghargai dan mendayagunakan alam secara efektif dan bijak tanpa mengeksploitasinya secara berlebihan. Karena, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri.

2. 
a. Permasalahan : Sering terjadi longsor di bukit perbatasan kota tempat tinggal saya.
Rekomendasi dan Argumen : Pemda memberi sanksi yang tegas pada para pembalak liar di bukit tersebut. Longsor terjadi karena gundulnya hutan di bukit tersebut. Gundulnya bukit tersebut disebabkan ulah tidak bertanggung jawab para pembalak liar.
b. Permasalahan : Bau tidak sedap di sekitar pabrik tahu akibat pembuangan limbah tahu ke sungai.
Rekomendasi dan Argumen : Limbah pabrik tahu yang dibuang ke sungai menimbulkan bau tidak sedap. Tak hanya itu, ikan-ikan di sungai yang dulu banyak sekarang sepertinya tak ada lagi. Limbah pabrik tahu telah meracuni ikan-ikan di sana. Oleh karena itu, pabrik tahu harus membuat sistem pengolah limbah yang ramah lingkungan.
c. Permasalahan : Permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi dilingkungan sekitar saya adalah sering terjadinya banjir karena penumpukan sampah diselokan, membuang sampah sembarangan disungai, dan lainnya. Hal itu juga merupakan ulah manusia yang tidak bisa menjaga lingkungan disekitarnya.
Rekomendasi : Dari permasalahan banjir tersebut sebagai manusia yang bertanggung jawab, kita wajib menjaga kelestarian lingkungan tersebut caranya yaitu dengan memberikan sanksi kepada seorang yang membuang sampah sembarangan terutama di sungai. Selain dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan disekitar, banjir juga dapat berdampak pada rumah-rumah warga apabila banjir masuk dalam rumah. Jagalah kebersihan dan kelestarian lingkungan disekitarmu dan taatlah pada peraturan yang berlaku dengan membuang sampah pada tempatnya.

3. Argumen yang mendukung :
Oleh sebab itu, salah satu upaya yang dapat kita lakukan untuk menghindari dampak banjir tersebut adalah dengan cara melakukan gotong royong membersihkan selokan dan sungai setiap minggu/bulannya, dan selalu buanglah sampah pada tempatnya. Selain itu, kita dapat melakukan reboisasi. Hal ini dilakukan karena dengan menanami banyak pohon maka lahan yang terpapar langsung aliran air akan berkurang juga akar tanaman tersebut dapat menahan tanah dari aliran air dan meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah. Bahkan, sekarang ini pemerintah telah membuat drainase atau waduk untuk penampungan air. Sebagai manusia, kita harus sadar bagaimana dampak yang terjadi apabila kita tidak dapat menjaga alam. Jadi, mulailah dari sekarang untuk membuat kehidupan yang lebih baik, aman, dan tenteram tanpa ada bencana yang bahkan dapat merugikan diri kita sendiri dan orang disekitar kita. Selalu jaga dan perhatikanlah bagaimana keadaan lingkungan yang ada disekitarmu.


B. Mengembangkan Isi Teks Eksposisi
Melengkapi Tesis dengan Argumen yang Mendukung

Tugas Halaman 63
Perhatikan contoh gagasan pokok dan gagasan penjelas pada paragraf satu teks "Pembangunan dan Kerusakan Lingkungan". Setelah itu, lanjutkan menemukan gagasan pokok dan gagasan penjelas pada paragraf-paragraf selanjutnya.
Jawaban :


Tugas Halaman 64 
Temukan Gagasan pokok dan gagasan penjelas setiap paragraf dalam teks "Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup" dengan mengisi tabel berikut ini.
Jawaban : 


Kegiatan 2 
Menyampaikan Kembali Gagasan dalam Teks Eksposisi dengan Bahasa yang Berbeda

Tugas Halaman 65
Perhatikan contoh, kemudian lanjutkan untuk mengidentifikasi gagasan pokok dan gagasan pendukung pada paragraf-paragraf selanjutnya.
Jawaban : 

   Lanjutkanlah mengubah setiap paragraf dengan bahasamu sendiri tanpa mengubah isi yang disampaikan penulis aslinya. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan (jumlah paragraf dalam teks tersebut).
Jawaban : 

    Bumi sedang menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang serius. Ada enam masalah lingkungan yang utama yaitu ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan.
    Kerusakan alam yang terjadi sangat besar karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat. Di sisi lain, teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.
    Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang masalah yang disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Hal ini dapat dipertimbangkan dengan konsep pembangunan yang memenuhi kebutuhannya manusia pada generasi mendatang.
    Dalam menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan sekarang ini ternyata masih jauh dari harapan. Kesulitan penerapan itu terjadi di negara Indonesia karena termasuk dalam negara yang berkembang. Sebagai contoh, setiap tahun Indonesia diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas 3.180.243 ha. Jika terus berlanjut, maka flora dan fauna langka akan punah, serta kehancuran alam yang menyebabkan bencana bagi manusia.
    Telah tercatat pada tahun 2005-2006 terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami, yang terjadi sebab perusakan hutan dan pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi alamnya.
    Selain kerusakan lingkungan, bencana alam yang lain juga menimbulkan jumlah korban yang banyak. Misalnya banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, yang merupakan dampak mengabaikan kerusakan lingkungan dan bencana alam.
    Tim Ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air menyimpulkan bahwa penyebab banjir Jakarta adalah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah karena saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta banyak sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak diharapkan.
    Masalah ini harus segera diatasi, meskipun tidak dapat mengatasi semua masalah yang terjadi, setidaknya kita harus mencari solusi agar tidak bertambah buruknya kondisi lingkungan dan bumi kita.


Tugas Halaman 66
Sampaikanlah isi eksposisi "Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup" di atas dengan menggunakan bahasamu sendiri.
Jawaban : 


C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Eksposisi

Kegiatan 1
Mengungkapkan Struktur Teks Eksposisi
Tugas Halaman 69
Analisislah struktur teks "Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup" dengan mengisi tabel berikut ini.
Jawaban : 


Sekian.....
Terimakasih.....
Wassalamu'alaikum wr.wb....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI SASTRA DRAMA

MATERI SASTRA INDONESIA