MATERI SASTRA INDONESIA
Nama: Shanti Cahayani
Kelas: X MIPA 4
No. Absen: 31
Mapel: PBSI
" MAJAS "
1. Jelaskan Pengertian Majas !
Jawab:
Majas, berarti gaya bahasa atau bahasa berkias yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Majas digunakan dalam penulisan karya sastra, termasuk di dalamnya puisi dan prosa. Umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas dibandingkan dengan prosa.
Majas adalah bahasa kiasan yang dapat menghidupkan sebuah karya sastra dan menimbulkan konotasi tertentu. Penggunaan majas yang tepat akan membantu pembaca untuk memahami makna dalam sebuah karya sastra. Dapat dipahami bahwa majas itu bisa menjadi ungkapan yang bisa menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.
Menurut penjelasan Harimurti Kridalaksana, gaya bahasa (style) mempunyai tiga pengertian, yaitu:
1. pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis;
2. pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu; dan
3. keseluruhan ciri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra.
2. Sebutkan macam-macam Majas !
Jawab:
A. Majas Perbandingan
• Personifikasi
• Metafora
• Asosiasi
• Hiperbola
• Eufimisme
B. Majas Pertentangan
• Litotes
• Paradoks
• Antitesis
C. Majas Sindiran
• Ironi
• Sinisme
• Sarkasme
D. Majas Penegasan
• Pleonasme
• Repetisi
• Retorika
• Paralelisme
3. Jelaskan dari macam-macam Majas tersebut !
Jawab:
A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan, ialah majas yang sering digunakan untuk membandingkan atau menyandingkan suatu obyek dengan obyek lainnya melalui proses, pelebihan dan penyamaan. Dalam majas perbandingan terdapat subjenis. Berikut macam-macam dari majas perbandingan:
a). Personifikasi
Majas Personifikasi, membandingkan manusia dan benda mati. Gaya bahasa yang digunakan seolah-olah benda tersebut bersikap selayaknya manusia. Jadi, melekatkan perbuatan yang biasanya dilakukan oleh manusia pada benda mati.
b). Metafora
Majas Metafora, membandingkan dua objek yang berbeda namun memiliki sifat yang serupa. Kita mengenal gaya bahasa ini sebagai analogi. Majas Metafora juga adalah majas yang memakai kata atau kelompok kata yang mengacu pada suatu objek, tetapi bukan dengan arti yang sebenarnya. Kiasan yang digunakan mengacu pada persamaan atau perbandingan sifat yang dimiliki objek tersebut.
c). Asosiasi
Majas Asosiasi, gaya bahasa yang menempatkan dua hal yang sebenarnya sama sekali berbeda, namun dianggap memiliki kesamaan tersendiri. Salah satu ciri khas dari majas ini adalah kita dapat menemukan kata keterangan perbandingan seperti laksana atau bagai.
d). Hiperbola
Majas Hiperbola, adalah majas yang digunakan untuk melebih-lebihkan sesuatu. Majas ini bertujuan untuk menekan, memperhebat, maupun memberikan kesan yang berlebihan.
e). Eufimisme
Majas Eufemisme, dapat berguna untuk menggantikan kata-kata yang dipandang tabu ataupun dirasa kasar dengan kata-kata yang dianggap pantas atau lebih halus.
B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan, adalah penggunaan gaya bahasa atau kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan maksud sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan tujuan untuk memberikan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar. Majas pertentangan terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya yaitu:
a). Litotes
Majas Litotes, dikenal sebagai lawan dari majas hiperbola, majas litotes mengecilkan atau menyempitkan sebuah ungkapan. Gaya bahasa ini biasanya digunakan untuk tujuan merendahkan diri karena kenyataannya justru tidak seperti yang disebutkan.
b). Paradoks
Majas Paradoks, adalah gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlawanan atau bertentangan.
c). Antitesis
Majas Antitesis, ciri khas gaya bahasa ini adalah pasangan kata yang maknanya bertentangan atau berlawanan. Pasangan kata tersebut biasanya diletakkan berurutan.
C. Majas Sindiran
Majas Sindiran, merupakan gaya bahasa yang bertujuan menyindir perilaku, seseorang, maupun kondisi tertentu atau untuk menyatakan suatu maksud tertentu dengan memanfaatkan kata-kata atau frasa yang umumnya bersifat menyindir dan umumnya bertujuan untuk memperkuat arti dalam kalimat tersebut. Untuk tujuan tersebut, kita menggunakan kata kiasan. Majas sindiran memiliki beberapa macam, yaitu antara lain:
a). Ironi
Majas Ironi, merupakan majas yang berupa sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut atau mengungkapkan sindiran halus. Berarti majas yang berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada.
b). Sinisme
Majas Sinisme, merupakan sebuah majas yang tergolong dalam majas sindiran yang merupakan ragam bahasa yang akan diungkapkan dengan tujuan untuk dapat menyindir seseorang secara terang-terangan atas apa yang orang tersebut telah lakukan.
c). Sarkasme
Majas Sarkasme, merupakan majas sindiran yang menggunakan kata-kata dengan konotasi kasar untuk menyindir seseorang. Dikutip dari situs web literaryterms.net, sarkasme merupakan bentuk ironi verbal yang dimaksudkan untuk mengolok-olok, mengejek, atau mengungkapkan penghinaan.
D. Majas Penegasan
Majas Penegasan, adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas guna meningkatkan pemahaman dan kesan bagi para pembaca dan pendengar. Berikut macam macam majas penegasan:
a). Pleonasme
Majas Pleonasme, menggunakan kata-kata dengan makna yang sama. Kesan yang diperoleh memang sepertinya kurang efektif, tapi memang sengaja dilakukan agar kita mendapatkan efek penegasan yang diinginkan.
b). Repetisi
Majas Repetisi, merupakan perangkat sastra yang mengulang kata atau frasa yang sama beberapa kali untuk membuat tulisan lebih jelas dan lebih mudah diingat.Tujuannya sama, pengulangan dilakukan untuk menegaskan.
c). Retorika
Majas Retorika, merupakan majas yang berupa pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu dijawab. Karena jawaban atau maksud si penanya sudah terkandung dalam pertanyaan tersebut.
d). Paralelisme
Majas Paralelisme, merupakan majas yang mengulang kata di setiap baris yang sama dalam satu bait di dalam penggunaan puisi.
4. Berilah contohnya untuk masing-masing macam-macam Majas tersebut !
Jawab:
A. Majas Perbandingan
Contoh dari macam-macam Majas Perbandingan yaitu:
a). Personifikasi
Contohnya:
• Pena itu menari-nari di atas kertas.
• Angin meraung mendengar apa yang telah diucapkannya.
• Aku termenung menatap daun-daun yang berjoget diterpa angin.
• Laut yang biru seakan menatapku dalam keheningan.
b). Metafora
Contohnya:
• Sungguh malang nasib bunga desa itu. (bunga desa: perempuan tercantik di desa tersebut).
• Dia sering menjadi buah bibir di sekolah. (buah bibir: bahan pembicaraan).
• Orang itu terkenal karena panjang tangan. (panjang tangan: gemar mencuri).
• Sang Raja Siang bersinar dan membawa kehangatan.
c). Asosiasi
Contohnya:
• Apa yang telah kamu lakukan itu seperti duri dalam sekam.
d). Hiperbola
Contohnya:
• Katanya dia berlatih bernyanyi, tapi suaranya bikin pecah gendang telingaku setiap hari.
e). Eufimisme
Contohnya:
• Tiba-tiba dia terhenyak dari tempat duduknya dan berlari menuju kamar kecil.
B. Majas Pertentangan
Contoh dari macam-macam Majas Pertentangan yaitu antara lain:
a). Litotes
Contohnya:
• Ini tanda terima kasih kami, sekedar ongkos angkot.
b). Paradoks
Contohnya:
• Isi kepalanya begitu bising ketika ia duduk sendiri di ruang keluarga yang begitu sepi.
c). Antitesis
Contohnya:
• Setiap perempuan itu cantik, tak jadi soal kurus atau gemuk.
C. Majas Sindiran
Berikut adalah contoh dari macam-macam Majas Sindiran:
a). Ironi
Contohnya:
• Santun sekali perilakunya, bertanya saja pakai teriak-teriak.
b). Sinisme
Contohnya:
• Kakakku pelit sekali, tak mau berbagi penganannya denganku.
c). Sarkasme
Contohnya:
• Kontestan itu suaranya jelek sampai-sampai telingaku sakit dibuatnya.
D. Majas Penegasan
Contoh dari macam-macam Majas Penegasan antara lain:
a). Pleonasme
Contohnya:
• Berusahalah berhenti terus mengingat sejarah masa lalu.
b). Repetisi
Contohnya:
• Rumah adalah tempat yang paling nyaman, rumah juga menjadi tempat bernaung dari panas dan hujan.
c). Retorika
Contohnya:
• Siapa yang tak ingin kuliah di kampus terbaik?
d). Paralelisme
Contohnya:
Cinta itu sabar.
Cinta itu lemah lembut.
Cinta itu memaafkan.
Cinta itu tidak serakah.
Kasih itu penyabar.
Kasih itu tidak pernah marah.
Kasih itu selalu mengerti.
Yang terbaik itu cinta.
Yang terkasih itu cinta.
Yang paling sempurna itu cinta.
Perempuan paling hebat itulah ibuku.
Perempuan yang penuh kasih sayang itulah ibuku.
Perempuan yang penuh pengertian adalah ibuku.
Perempuan paling sempurna adalah ibuku.
Komentar
Posting Komentar