MATERI SASTRA INDONESIA

Nama: Shanti Cahayani
Kelas: X MIPA 4
No. Absen: 31
Mapel: PBSI
Tanggal: 13 September 2021


                                   BAB 1
     MENYUSUN LAPORAN HASIL OBSERVASI

A. Menginterpretasi  Laporan Hasil Observasi


Tugas 1 Halaman 15.
Menjawab Pertanyaan sesuai dengan Teks "D'topeng Museum Angkut".
1. Apakah D'topeng Museum Angkut itu?
Jawab:
    D'topeng adalah salah satu tempat wisata berupa museum yang berisi topeng dengan berbagai model dan bentuk. Tidak hanya berisi topeng saja, tetapi juga barang tradisional dan barang antik. D'topeng ini terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Keberadaan D'topeng tidak dapat dipisahkan dengan Museum Angkut karena keduanya berada di satu tempat yang sama.

2. Sebutkan topeng yang disimpan di D'topeng!
Jawab: 
    Jenis Topeng-topeng yang disimpan di dalam museum D'topeng yaitu topeng-topeng yang berbahan kayu, batu, logam, kain, dan keramik.
    Ada beragam jenis topeng di museum ini, sehingga topeng-topeng tersebut dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu.
a). Topeng berbahan kayu sebagian besar berasal dari daerah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Barat.
b). Topeng yang berbahan dasar batu berasal dari daerah sekitar Sulawesi dna Maluku.

3. Bagaimana gambaran barang tradisional koleksi D'topeng?
Jawab: 
    Gambaran barang tradisional koleksi D'topeng adalah barang-barang tradisional yang mengisi etalase etalase museum, seperti senjata tradisional, riasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik batik motif lama, hiasan rumah kuno. 
    Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat , yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah

4. Bagaimana gambaran kuno koleksi D'topeng?
Jawab: 
    Gambaran kuno koleksi D'topeng adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa disebut dengan barang antik. Barang-barang antik seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan-kerajaan, dan benda-benda lain dapat dijumpai di dalam museum D'topeng. 
    Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam. Barang antik berbahan dasar keramik di museum ini adalah guci-guci tua peninggalan salah satu dinasti di Tiongkok dan bantal yang digunakan untuk bangsawan Dinasti Yuan (Tiongkok) yang sudah meninggal. Sementara itu, barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggaran coin ( Kerajaan Gowa), mata uang Kerajaan Majapahit, koin VOC, kursi antik asal Jawa Tengah.

5. Apa manfaat D'topeng?
Jawab: 
    Manfaat dari D'topeng tidak hanya untuk dipamerkan saja, benda-benda di D'topeng ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media pelestari budaya. 
    Selanjutnya D'topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konversi benda-benda langka agar terhindar dari adanya perdagangan ilegal.


Tugas 2 Halaman 17. 
Menentukan Gagasan Pokok dalam Teks Laporan Hasil Observasi "D'topeng Museum Angkut".
1. 
Paragraf: 
    D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Keberadaan D’topeng tidak dapat dipisahkan dengan Museum Angkut karena kedua tempat ini berada di satu tempat yang sama. Tempat wisata ini seringkali disebut pula sebagai museum topeng karena memang berisi topeng dengan berbagai model dan bentuk. Namun, D’topeng tidak hanya berisi topeng, tetapi juga berisi pameran benda-benda berupa barang tradisional dan barang antik. Topeng, barang tradisional, dan barang antik dalam museum ini dapat dikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu berbahan kayu, batu, logam, kain, dan keramik.
Gagasan Pokok: 
    D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.
    Topeng, barang tradisional, dan barang antik dikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu berbahan kayu, batu, logam, kain, dan keramik.

2. 
Paragraf:
    Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adalah topeng. Ada beragam jenis topeng di museum ini. Topeng-topeng tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu. Topeng berbahan kayu sebagian besar berasal dari daerah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Barat. Sementara itu, topeng yang berbahan batu berasal dari daerah sekitar Sulawesi dan Maluku.
Gagasan Pokok:
    Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adalah topeng. Topeng di museum tersebut terdiri dari berbagai macam-macam jenis yang dikelompokkan menjadi dua berdasarkan bahan dasarnya.

3. 
Paragraf:
    Selain topeng, barang-barang tradisional juga dipamerkan di D’topeng. Barang-barang tradisional yang mengisi etalase-etalase museum ini adalah senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno. Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Gagasan Pokok: 
    Di museum ini tidak hanya memamerkan patung, tetapi juga barang-barang tradisional yang disimpan di etalase-etalase seperti, senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno. 

4. 
Paragraf: 
    Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa kita sebut barang antik. Barang-barang antik seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan-kerajaan, dan benda-benda lain dapat dijumpai di dalam museum D’topeng. Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam. Barang antik berbahan dasar keramik di museum ini adalah guci-guci tua peninggalan salah satu dinasti di China dan bantal yang digunakan untuk bangsawan Dinasti Yuan (China) yang sudah meninggal. Sementara itu, barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggaran coin (Kerajaan Gowa), mata uang kerajaan majapatih, koin VOC, dan kursi antik asal jawa Tengah.
Gagasan Pokok:
    Dan ada barang-barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa kita sebut barang antik. Barang-barang antik seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan-kerajaan, dan benda-benda lain dapat dijumpai di dalam museum D’topeng.  

5. 
Paragraf: 
    Selain untuk dipamerkan, benda-benda di D’topeng ini juga dimanfaatkan sebagai media pelestarian budaya. Selanjutnya, D’topeng berfungsi pula sebagai museum, yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan illegal.
Gagasan Pokok: 
    Manfaat dari D'topeng adalah sebagai media pelestarian budaya. Dan berfungsi sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.


Tugas 3 Halaman 19.
Meringkas Gagasan Pokok dalam Teks Laporan Hasil Observasi "D'topeng Museum Angkut".
1.
Gagasan Pokok 1 : 
    D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur.
    Topeng, barang tradisional, dan barang antik dikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu berbahan kayu, batu, logam, kain, dan keramik.
Gagasan Pokok 2 : 
    Benda paling diminati pengunjung untuk diamati dan paling mendominasi tempat ini adalah topeng. Topeng di museum tersebut terdiri dari berbagai macam-macam jenis yang dikelompokkan menjadi dua berdasarkan bahan dasarnya.
Gagasan Pokok 3 : 
     Di museum ini tidak hanya memamerkan patung, tetapi juga barang-barang tradisional yang disimpan di etalase-etalase seperti, senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik-batik motif lama, dan hiasan rumah kuno. 
Ringkasan :
    D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Didalamnya terdapat banyak jenis-jenis dan macam-macam topeng, tetapi tidak hanya terdapat topeng museum ini juga berisi barang-barang tradisional yang diletakkan dan disimpan didalam etalase-etalase.

2.
Gagasan Pokok 4 : 
    Dan ada barang-barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa kita sebut barang antik. Barang-barang antik seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan-kerajaan, dan benda-benda lain dapat dijumpai di dalam museum D’topeng.  
Gagasan Pokok 5 :
    Manfaat dari D'topeng adalah sebagai media pelestari budaya. Dan berfungsi sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.
Ringkasan : 
    Ada pula barang kuno yang masih dianggap bernilai tinggi yang sering disebut dengan barang antik. Museum ini bermanfaat sebagai media pelestarian budaya dan berfungsi sebagai konversi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.


Tugas 4 Halaman 21.
Menceritakan secara singkat isi Teks Laporan Hasil Observasi "D'topeng Museum Angkut".
                 D'topeng Museum Angkut
    D'topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Keberadaan D'topeng tidak terpisahkan dengan adanya Museum Angkut karena keduanya berada di satu tempat yang sama. Didalamnya terdapat berbagai bentuk dan model topeng. Oleh sebab itu, tempat wisata ini sering dikenal dengan Museum Topeng. Namun, museum ini tidak hanya terdapat topeng saja, tetapi juga terdapat benda pameran berupa barang-barang tradisional dan barang kuno/barang antik. Topeng, barang tradisional, dan barang antik yang terdapat dalam museum ini memiliki banyak jenis, sehingga dikelompokkan menjadi lima jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu berbahan kayu, batu, logam, kain, dan juga keramik.
    Benda yang paling mendominasi di tempat ini adalah topeng. Ada beragam jenis topeng yang kemudian dikelompokkan menjadi dua bagian berdasarkan bahan dasarnya, yaitu yang berbahan dasar kayu dan batu. Topeng berbahan kayu sebagian berasal dari daerah Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta, dan Jawa Barat. Sedangkan, yang berbahan dasar dari batu berasal dari daerah Sulawesi dan Maluku.
    Selain topeng, adapun barang tradisional juga yang dipamerkan di D'topeng. Barang-barang tradisional tersebut disimpan di dalam etalase, seperti senjata tradisional, perhiasan wanita zaman dahulu yang berbahan dasar logam, batik batik motif lama, dan hiasan rumah kuno. 
    Adapun barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi sering disebut barang antik. Barang-barang antik tersebut seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan, dan benda-benda lain yang terdapat di museum D'topeng. Digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam. 
    Selain untuk dipamerkan, benda-benda yang terdapat dalam D'topeng ini dimanfaatkan sebagai media pelestarian budaya. D'topeng juga berfungsi sebagai museum yaitu sebagai konservasi benda-benda langka agar terhindar dari perdagangan ilegal.

    






    




Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI TEKS EKSPOSISI

MATERI SASTRA DRAMA

MATERI SASTRA INDONESIA